sitem menejemen pengamanan

Setelah dijelaskan tentang elemen-elemen pada sistem manajemen pengamanan, Berikut Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam sistem manajemen pengamanan :

Elemen

Dokumen

Prosedur

Rekaman

Elemen 1, pemeliharaan dan pembangunan komitmen; Kebijakan Pengamanan – – Elemen 2, pemenuhan aspek peraturan perundang-undangan keamanan; –

Prosedur identifikasi dan akses informasi;
prosedur pemantauan penerapan peraturan pengamanan;

– Elemen 3, manajemen risiko pengamanan; Resiko Pengamanan – – Elemen 4, tujuan dan sasaran; Sasaran dan Tujuan Pengamanan – – Elemen 5, perencanaan dan program; Program Manajemen pengamanan – – Elemen 6, pelatihan, kepedulian, dan kompetensi pengamanan; – Prosedur Pelatihan, kepedulian, dan kompetensi pengamanan rekaman pelatihan

rekaman evaluasi efektivitas pelatihan

Elemen 7, konsultasi, komunikasi dan partisipasi; – Prosedur Konsultasi, komunikasi dan partisipasi – Elemen 8, pengendalian dokumen dan catatan; – Prosedur pengendalian dokumen dan catatan. – Elemen 9, penanganan keadaan darurat; – Prosedur Penanganan Keadaan Darurat. – Elemen 10, pengendalian proses dan infrastruktur; . – Prosedur Pengendalian proses dan infrastruktur. – Elemen 11, pemantauan dan pengukuran kinerja; – Prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja. – Elemen 12, pelaporan, perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian; – Prosedur pelaporan, perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian internal dan eksternal. – Elemen 13, pengumpulan dan penggunaan data; – – Hasil analisa data Elemen 14, audit; – – Hasil audit internal Elemen 15, tinjauan manajemen; – – Hasil Rapat tinjauan manajemen. Elemen 16, peningkatan berkelanjutan; – – –

1 Komentar

Elemen 16, Peningkatan Berkelanjutan

Desember 21, 2009 pada 11:37 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus terus-menerus memperbaiki keefektifan sistem manajemen pengamanan melalui pemakaian kebijakan keamanan, tujuan keamanan, hasil audit, analisis data, tindakan koreksi dan pencegahan, dan tinjauan manajemen.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 15, Tinjauan Manajemen

Desember 21, 2009 pada 11:35 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pimpinan organisasi harus melaksanakan tinjauan ulang Sistem Manajemen Pengamanan secara berkala untuk menjamin kesesuaian dan keefektifan yang berkesinambungan dalam pencapaian kebijakan dan tujuan keamanan.

Ruang lingkup tinjauan ulang Sistem Manajemen Pengamanan harus dapat mengatasi implikasi ancaman dan gangguan terhadap seluruh kegiatan bisnis, produk barang dan atau jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Tinjauan ulang Sistem Manajemen Pengamanan harus meliputi :

Evaluasi terhadap penerapan kebijakan Pengamanan;
Tujuan, sasaran, dan kinerja manajemen pengamanan;
Hasil temuan audit Sistem Manajemen Pengamanan;
Evaluasi efektivitas penerapan Sistem Manajemen Pengamanan dan kebutuhan untuk mengubah Sistem Manajemen Pengamanan sesuai dengan :

a) Perubahan peraturan perundangan;

b) Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;

c) Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;

d) Perubahan struktur organisasi perusahaan;

e) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

f) Pengalaman yang didapat dari insiden gangguan yang terjadi;

g) Pelaporan;

h) Umpan balik dari pihak terkait termasuk masyarakat sekitar.

Masukan Tinjauan Manajemen :

statistik kecelakaan;
hasil internal dan eksternal audit;
tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya;
laporan kehilangan;
laporan identifikasi ancaman, identifikasi risiko dan pengendaliannya.

Tinjauan dilaksanakan bersama top manajemen dalam periode waktu tertentu, tinjauan manajemen harus fokus kepada keseluruhan kinerja SMP dan bukan sesuatu yang spesifik terinci.

Tipe-tipe keluaran :

Risalah rapat;
Revisi dari tujuan, sasaran dan kebijakan keamanan;
Rincian rencana perbaikan dari manajer dengan batas waktu penyelesaian.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 14, Audit Sistem Manajemen Pengamanan

Desember 21, 2009 pada 11:01 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Audit Sistem Manajemen Pengamanan harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui keefektifan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan. Audit harus dilaksanakan secara sistematik dan independen oleh personel yang memiliki kompetensi kerja dengan menggunakan metodologi yang sudah ditetapkan. Frekuensi audit harus ditentukan berdasarkan tinjauan ulang hasil audit sebelumnya dan bukti sumber ancaman dan gangguan yang didapatkan di tempat kerja. Hasil audit harus digunakan oleh pengurus/ pananggung jawab atau pengusaha dalam proses tinjauan ulang manajemen.

Auditor :

Satu atau lebih auditor dapat ditunjuk sebagai auditor SMP. Tim dapat melakukan pendekatan besarnya keterlibatan dan pengembangan kerja sama. Pendekatan tim juga berdasarkan besar lingkup dan kekhususan kemampuan untuk diberdayakan.

Auditor harus mengerti tugas dan berkompeten untuk melaksanakan. Diperlukan pengalaman dan pengetahuan dengan standar dan sistem yang relevan untuk mengevaluasi kinerja dan identifikasi penyimpangan. Auditor harus familiar dengan persyaratan terhadap peraturan yang relevan. Sebagai tambahan auditor harus memiliki kepedulian dan akses kepada standar dan petunjuk yang berhubungan terhadap pekerjaan.

Tipe-tipe masukan :

a) pernyataan kebijakan keamanan;

b) sasaran keamanan;

c) prosedur keamanan dan instruksi kerja;

d) identifikasi ancaman, manajemen risiko dan hasil pengendalian risiko;

e) peraturan dan petunjuk pelaksanaan (jika ada);

f) laporan ketidaksesuaian;

g) prosedur SMP;

h) auditor internal/eksternal yang kompeten dan independen;

i) prosedur ketidaksesuaian.

Untuk hasil audit tergantung kasus, isi dari elemen audit terdiri dari :

a) tujuan dan sasaran SMP audit;

b) keterangan dari rencana audit SMP, identifikasi dari anggota tim audit dan perwakilan audit, tanggal audit dan identifikasi area audit;

c) identifikasi dokumen referensi yang digunakan untuk pelaksanaan audit SMP;

d) uraian ketidaksesuaian;

e) auditor menilai tingkatan kesesuaian dari SMP;

f) kemampuan dari SMP untuk mencapai pernyataan objektif SMP;

g) distribusi hasil audit SMP

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 13, Pengumpulan dan Analisis Data

Desember 18, 2009 pada 10:35 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus menetapkan, menghimpun dan menganalisis data sesuai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan sistem manajemen keamanan dan untuk menilai dimana perbaikan berkelanjutan sistem manajemen keamanan dapat dilakukan. Ini harus mencakup data yang dihasilkan dari pemantauan dan pengukuran dan dari sumber relevan lain. Analisa data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan :

Kondisi keamanan;
Potensi ancaman.

Organisasi harus melakukan pencatatan data dan informasi untuk menunjukkan kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Pengamanan dan harus mencakup :

Persyaratan eksternal/peraturan perundangan dan internal/indikator kinerja pengamanan;
Izin operasional sekuriti profesional;
Izin kerja bagi pekerja asing (tambahan guidelines untuk detail pekerja asing);
Risiko dan sumber gangguan yang meliputi keadaan mesin-mesin, pesawat-pesawat, alat kerja, serta peralatan lainnya, bahan-bahan dan sebagainya, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja, dan proses produksi;
Kegiatan pelatihan aspek pengamanan;
Kegiatan inspeksi, kalibrasi, dan pemeliharaan alat pengamanan;
Rincian gangguan, keluhan dan tindak lanjut;
Informasi mengenai pemasok dan kontraktor;
Audit dan peninjauan ulang Sistem Manajemen Pengamanan;

Pengolahan data statistik.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 12, Pelaporan, Perbaikan, dan Tindakan Pencegahan Ketidaksesuaian

Desember 18, 2009 pada 10:33 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Prosedur pelaporan informasi yang terkait dan tepat waktu harus ditetapkan untuk menjamin bahwa Sistem Manajemen Kemanan dipantau dan kinerjanya ditingkatkan.

Prosedur pelaporan internal perlu ditetapkan untuk menangani :

Pelaporan identifikasi faktor korelatif sumber ancaman dan gangguan;
Pelaporan terjadinya kejadian berpotensi menimbulkan gangguan;
Pelaporan ketidaksesuaian, apabila telah terjadi gangguan yang menyebabkan kerugian;
Pelaporan kinerja keamanan tempat kerja.

Prosedur pelaporan eksternal perlu ditetapkan untuk menangani :

Pelaporan yang dipersyaratkan peraturan perundangan;
Pelaporan kepada pemegang saham, pemerintah dan masyarakat (khusus perusahaan publik).

Semua hasil temuan dari pelaksanaan pemantauan, audit dan tinjauan ulang Sistem Manajemen Pengamanan harus didokumentasikan dan digunakan untuk identifikasi tindakan perbaikan dan pencegahan serta pihak manajemen menjamin pelaksanaannya secara sistematik dan efektif.

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur penanganan terkait dengan kondisi yang tidak sesuai dan mengambil tindakan perbaikan dan pencegahannya. Prosedur harus menentukan persyaratan-persyaratan mencakup :

Identifikasi dan memperbaiki ketidaksesuaian dan melakukan tindakan untuk menurunkan konsekuensi yang terjadi;
Penyelidikan ketidaksesuaian, menentukan penyebab dan mengambil tindakan untuk menghindari pengulangan kondisi yang sama;
Evaluasi kebutuhan untuk mengambil tindakan untuk mencegah timbulnya ketidaksesuaian, dan menerapkannya dalam rangka menghindari kondisi yang sama;
Penyimpanan dan pengkomunikasian hasil-hasil tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilakukan;
Peninjauan ulang efektivitas tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilakukan;

Prosedur tersebut harus mempersyaratkan bahwa usulan seluruh tindakan perbaikan dan pencegahan harus ditinjau ulang melalui proses penilaian risiko sebelum diterapkan.

Elemen 11, Pemantauan dan Pengukuran Kinerja Keamanan

Desember 18, 2009 pada 10:21 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur pemantauan dan pengukuran yang berkaitan dengan kinerja keamanan. Prosedur pemantauan harus mencakup hal-hal :

Pengukuran kualitatif dan kuantitatif sesuai kebutuhan organisasi;
Pemantauan berkala atas pencapaian sasaran kinerja pengamanan yang telah ditetapkan;
Pemantauan atas efektivitas pengendalian pengamanan yang telah ditetapkan;
Pengukuran proaktif kinerja organisasi atas pemenuhan terhadap program manajemen, kriteria operasi dan persyaratan peraturan perundangan;
Pengukuran terhadap kinerja pemantauan yang dilakukan atas kejadian-kejadian ancaman pengamanan yang telah terjadi atau yang berpotensi;
Penyimpanan data dan hasil-hasil pemantauan dan pengukuran harus dapat digunakan untuk analisa terhadap tindakan koreksi dan pencegahan;

Jika terdapat peralatan yang dipersyaratkan untuk kegiatan pemantauan atau pengukuran, organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk mengkalibrasi dan memelihara setiap peralatan tersebut.

Catatan dari kegiatan kalibrasi dan pemeliharaan harus dikendalikan. Refererensi : Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 10, Pengendalian Operasi

Desember 13, 2009 pada 4:35 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus merencanakan pengendalian kegiatan-kegiatan operasional, produk barang dan atau jasa yang dapat menimbulkan risiko gangguan keamanan. Hal ini dapat dicapai dengan mendokumentasikan, menerapkan, pengawasan, pemantauan dan evaluasi kebijakan standar keamanan bagi tempat kerja, perancangan tempat kerja dan bahan, infrastruktur fisik/ fasilitas, prosedur dan instruksi kerja.

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur:

Pengendalian operasi yang aplikatif untuk kegiatan-kegiatan yang ada, organisasi harus menyatukan pengendalian operasi tersebut kedalam keseluruhan sistem manajemen pengamanan;
Pengaruh persyaratan-persyaratan operasi dimana jika tidak dipenuhi dapat menimbulkan penyimpangan dari kebijakan pengamanan dan sasarannya;
Pengendalian terkait identifikasi risiko ancaman dari kegiatan pembelian barang, peralatan dan jasa;
Pengendalian terkait identifikasi risiko ancaman dari kontraktor dan pengunjung yang ada di tempat kerja;
Prosedur terdokumentasi untuk menangani kondisi operasi yang tidak memenuhi persyaratan yang dapat menimbulkan penyimpangan kebijakan pengamanan dan sasaran;

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 9, Penanganan Keadaan Darurat

Desember 13, 2009 pada 3:51 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini :

Organisasi harus memiliki prosedur untuk menghadapi keadaan darurat atau yang diuji secara berkala untuk mengetahui kehandalan pada saat kejadian yang sebenarnya. Pengujian prosedur secara berkala tersebut dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi dan untuk kegiatan, instalasi atau peralatan yang mempunyai potensi ancaman besar harus dikoordinasikan dengan instansi terkait yang berwenang;

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara suatu prosedur untuk :

1) Mengidentifikasi potensi terjadinya keadaan darurat;

2) Menangani situasi darurat;

3) Petunjuk pelaksanaan tim manajemen krisis.

Organisasi harus merespon situasi darurat dan mencegah atau menurunkan konsekuensi terhadap status keamanan. Dalam perencanaan penanganan keadaan darurat organisasi harus memasukkan tanggung jawab kepada pihak-pihak terkait;

Organisasi harus menguji secara berkala prosedur penanganan keadaan darurat agar tetap terlatih, pihak-pihak terkait selayaknya dilibatkan;

Organisasi harus meninjau ulang secara berkala dan sesuai kebutuhan, revisi dari prosedur dan perencanaan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan setelah pengujian berkalan dan setelah terjadinya keadaan darurat.

Dalam Sistem Manajemen K3 (SMK3), dipersyaratkan juga adanya Prosedur Penanganan Keadaan Darurat dan Mekanisme Pengendaliannya, Perusahaan dapat menggunakan prosedur tersebut untuk melengkapi persyaratan Elemen sembilan ini.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 8, Pengendalian Dokumen dan Catatan

Desember 11, 2009 pada 11:17 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini organisasi harus menetapkan prosedur pengendalian dokumen yang mengatur :

Persetujuan kecukupan dokumen sebelum diterbitkan;
Peninjauan, pembaruan dan persetujuan ulang dokumen sesuai kebutuhan;
Memastikan bahwa setiap perubahan dan revisi terbaru dokumen telah diidentifikasi;
Memastikan bahwa dokumen yang digunakan tersedia dalam versi relevan sesuai penggunaannya;
Memastikan bahwa memiliki status yang teridentifikasi;
Memastikan bahwa dokumen-dokumen eksternal yang dibutuhkan telah ditentukan untuk perencanaan dan operasi dari sistem manajemen pengamanan dan diidentifikasi serta dikendalikan distribusinya;
Pencegahan penggunaan dokumen yang usang dan menetapkan identifikasi terhadap dokumen usang yang disimpan untuk berbagai tujuan.

Organisasi juga harus menetapkan prosedur pengendalian catatan yang mengatur untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, penarikan, masa simpan dan pemusnahan catatan;

Catatan harus jelas pengesahan dan identifikasinya serta mampu telusur. Dokumen yang dipersyaratkan sistem manajemen pengamanan dan standar pengamanan harus dikendalikan.

Bagi perusahaan yang telah mempunyai prosedur pengendalian dokumen dan catatan (terutama yang telah menerapkan ISO 9001, ISO 14001, SMK3, dan sistem manajemen lainnya) dapat menggunakan prosedur pengendalian dokumen yang ada dengan penyesuaian terhadap persyaratan diatas.

Bang Sisman

Elemen 7, Konsultasi, komunikasi dan partispasi

Desember 11, 2009 pada 11:14 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini Perusahaan harus membuat sebuah prosedur tentang bagaimana komunikasi internal kepada seluruh tingkatan dan fungsi yang ada dan fungsi yang ada, dan personel yang bekerja untuk dan atas nama perusahaan dilakukan; bagaimana menerima, mendokumentasikan dan menanggapi komunikasi dari pihka luar yang terkait, dan bagaimana partisipasi dari personel yang bekerja untuk dan atas nama organisasi, dengan dengan menyusun rencana untuk :

Pelibatan dalam pengembangan dan peninjauan kebijakan, sasaran dan prosedur untuk mengendalikan risiko;
Konsultasi perubahan yang menimbulkan implikasi terhadap risiko pengamanan;
Keterwakilan dalam masalah-masalah pengamanan;

Organisasi juga harus menginformasikan kegiatan partisipasi personel yang bekerja untuk dan atas nama perusahaan, termasuk perwakilannya dalam masalah-masalah pengamanan.

Organisasi juga harus berkoordinasi dengan pihak-pihak luar yang terkait, antara lain Forum Kemitraan Polisi dan masyarakat (FKPM) berkaitan dengan masalah-masalah isu keamanan masyarakat di sekeliling lokasi organisasi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 6, Pelatihan, Kesadaran, dan Kompetensi Pengamanan

Desember 10, 2009 pada 3:03 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini perusahaan harus memastikan bahwa semua personel yang mempengaruhi kinerja pengamanan memiliki kompetensi berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang sesuai. Dalam melaksanaan hal ini, perusahaan melakukan analisis terlebih dahulu tentang keadaan personelnya, memetakannya dan membuat perencanaan, melaksanakan dan mengevaluasi pelatihan untuk semua personel yang mempengaruhi kinerja pengamanan tersebut sesuai dengan tingkatan personel (tanggung jawab, kemampuan dan keterampilan) tersebut, personel mana yang harus mendapatkan training Gada Pratama, Gada Madya, Gada Utama, dan training-training lainnya sesuai dengan resiko pengamanan dan sistem manajemen pengamanan. Mekanisme pelatihan ini diatur dalam sebuah prosedur tentang pelatihan. Untuk perusahaan yang telah menerapakan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001 atau ISO 14001 atau SMK3 dapat mengintegrasikannya dengan prosedur yang telah ada, dengan sedikit penyesuaian.

Selain itu, perusaan juga harus menetapkan sebuah prosedur yang membangun kesadaran karyawan tentang :

Konsekuensi pengamanan yang potensial atau telah terjadi di kegiatan operasi, dan keuntungan dari peningkatan kinerja personel;
Kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan pengamanan dan prosedur–prosedur dalam rangka memenuhi persyaratan sistem manajemen pengamanan, termasuk persyaratan untuk kesiapan menghadapi dan menangani keadaan darurat;
Konsekuensi potensial yang muncul dari prosedur operasi tertentu;

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen Lima, Perencanaan dan Program

Desember 10, 2009 pada 2:40 pm (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara suatu program untuk mencapai sasaran pengamanan. Program tersebut harus memasukkan persyaratan minimum, yang terdiri dari:

Penunjukkan penanggung jawab dan otoritas untuk mencapai sasaran pengamanan di setiap fungsi yang relevan dan tingkatan dalam organisasi;
Target waktu pencapaian sasaran dan target;

Program tersebut harus ditinjau ulang secara periodik dan terencana, apabila diperlukan akan disesuaikan, untuk menjamin pencapaian sasaran pengamanannya. Program pengamanan harus relevan dengan hasil rekomendasi penilaian risiko pengamanan.

Pada bagian ini perusahaan yang akan menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan harus membuat program untuk mencapai sasaran dan tujuan pengamanan yang telah dibuat berdasarkan elemen empat sebelumnya. Program ini paling tidak berisikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencapai sasaran dan tujuan pengamanan, penanggung jawabnya, dan target waktu pelaksanaan.

Pelaksanaan program ini harus dievaluasi secara berkala dalam kurun waktu tertentu, bagaimana pencapaiannya terhadap sasaran dan tujuan pengamanan yang ditetapkan, kalau-kalau membutuhkan revisi atau penyesuaian untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 4, Sasaran & Tujuan

Desember 4, 2009 pada 8:07 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara sasaran disetiap fungsi dan tingkatan yang relevan dalam organisasi secara terdokumentasi.

Sasaran harus dapat diukur, dilaksanakan, dan konsisten dengan kebijakan pengamanan, termasuk komitmen untuk mencegah terjadinya ancaman, memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya, dan perbaikan berkelanjutan.

Pada saat menetapkan dan meninjau sasaran, organisasi harus memasukan tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya, serta resiko pengamanan yang ada. Dan juga mempertimbangkan pilihan atas teknologi, kondisi keuangan, persyaratan operasi dan bisnis, serta gambaran dari pihak-pihak terkait.

Pada bagian ini perusahaan harus menetapkan sasaran pengamanan perusahaan yang sejalan dengan kebijakan Manajemen (Pengamanan) yang telah ditetapkan perusahaan dan hasil dari manajemen resiko (resiko perusahaan). Sasaran dibuat secara SMART (Spesifik, Measurable, Achiaveble, Realistic, Time frame), kemudian dilaksanakan, dimonitor pelaksanaannya, dievaluasi pencapaiannya, dan semuanya harus terdokumentasi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 3, Manajemen Resiko Pengamanan

Desember 4, 2009 pada 4:31 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini, Perusahaan diharuskan untuk mengidentifikasi, Mengukur, Memetakan, Mengendalikan, dan Pemantauan Resiko Pengamanan yang ada diperusahaan.

Manajemen Resiko Pengamanan bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja dan panduan praktis kepada petugas keamanan yang berkompeten tentang penerapan proses pengamanan yang spesifik yang disesuaikan dengan kondisi termasuk perbedaan karakteristik industri, letak geografi, perkembangan informasi teknologi dan lain-lain.

Dalam penerapannya dilakukan penilaian umum kondisi keamanan yang diharapkan dapat memberikan profil keamanan tempat kerja yang meliputi menyediakan petugas yang berkompeten untuk mendukung dan menyediakan interpretasi dan petunjuk pedoman di masa yang akan datang, serta saran pelaksanaan dan permasalahan yang sama disesuaikan dari situasi lingkungan istimewa termasuk perbedaan industri, area geografi, teknologi informasi, dan lain-lain.

Penjelasan pelaksanaan penilaian risiko keamanan secara umum :

Identifikasi risiko orang dan aset organisasi, aset termasuk orang, seluruh jenis properti, bisnis utama, jaringan dan informasi, orang termasuk karyawan, penyewa, tamu, vendor, pengunjung dan sesuatu yang langsung dan tidak langsung berhubungan atau terlibat dengan usaha. Properti termasuk aset yang tampak seperti uang tunai dan sesuatu yang bernilai lainnya serta aset tak tampak seperti kekayaan intelektual, proses bisnis inti termasuk bisnis utama atau usaha yang menentukan, termasuk reputasi dan itikad baik. Jaringan termasuk sistem, infrastruktur, peralatan yang berkaitan dengan data, telekomunikasi, dan aset komputer, Informasi termasuk beragam data penting yang dimiliki;
Menentukan risiko kerugian dari peristiwa atau kerawanan. Risiko atau ancaman dari kejadian yang terjadi di lapangan, begitu juga kejadian yang telah terjadi atau kondisi khusus yang ada dalam lingkungan setempat. Hal itu juga akan menjadi dasar nilai intrinsik dari aset rumahan atau kondisi saat ini pada fasilitas atau kejadian. Suatu risiko kejadian dapat ditentukan melalui analisis kerawanan. Analisis kerawanan dapat menjadi pertimbangan untuk mengendalikan ancaman. Proses ini harus memperhatikan titik kelemahan dan membantu membuat kerangka kerja untuk analisa selanjutnya serta membuat pengendalian yang terukur;
Menetapkan peluang risiko kehilangan dan tingkat kekerapan (frekuensi terjadi) dari suatu kejadian. Kekerapan suatu kejadian berhubungan dengan kebiasaan dari peluang kehilangan. Sebagai contoh jika ancaman keamanan di pusat perbelanjaan, kekerapan adalah jumlah kejadian yang terjadi setiap hari pada saat pusat perbelanjaan beroperasi. Peluang risiko kehilangan adalah suatu konsep berdasarkan pertimbangan seperti kejadian seketika, kecenderungan, peringatan atau ancaman dan kejadian yang pernah terjadi di organisasi;
Menentukan dampak dari kejadian. Finansial, psikologikal dan berhubungan langsung dengan biaya yang muncul dari kehilangan dari aset yang tampak atau tak tampak dari organisasi;
Mengembangkan pilihan untuk mitigasi risiko. Menentukan identifikasi pilihan yang tersedia untuk mencegah atau mitigasi kerugian secara fisik, prosedur, aturan/logika atau yang berkaitan dengan proses pengamanan;
Studi kelayakan terhadap pilihan implementasi yang yang telah ditentukan. Penerapan implemantasi yang dipilih tanpa melakukan intervensi terhadap hal–hal mendasar yang berkaitan dengan operasional atau keuntungan dari organisasi;
Melaksanakan analisa biaya;
Rekomendasi akhir;
Re-assessment/penilaian ulang;

Sumber informasi untuk menetapkan kejadian risiko kehilangan:

Data statistik kejahatan dari Polisi setempat;
Laporan kejahatan atau data yang dapat diperbandingkan;
Dokumen internal organisasi seperti laporan insiden keamanan;
Keluhan dari karyawan, pelanggan, tamu, pengunjung, dan lain-lain;
Gugatan dari masyarakat atas pengamanan yang tidak cukup;
Informasi intelijen dari pemerintah daerah, provinsi atau pusat tentang potensi ancaman;
Informasi dunia industri tentang kecenderungan tingkat keamanan;
Kondisi ekonomi secara umum;
Kondisi sekarang yang menimbulkan kejahatan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 2, Pemenuhan Aspek Peraturan Perundangan Keamanan

Desember 4, 2009 pada 4:02 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini Organisasi diharuskan untuk :

Menetapkan, menerapkan, dan memelihara suatu prosedur untuk mengidentifikasi dan mendapatkan persyaratan-persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang dapat diterapkan.
memastikan bahwa pelaksanaan persyaratan perundangan dan persyaratan lainnya menjadi bagian tanggung jawab dalam penetapan, penerapan, dan pemeliharaan sistem manajemen pengamanan.
Organisasi juga harus memastikan bahwa informasi peraturan yang ada diperusahaan selalu terbaru (update) dan mengkomunikasikan informasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya kepada orang yang bekerja untuk dan atas nama perusahaan serta pihak terkait lainnya.

Dalam Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001, terdapat juga elemen yang mempersyaratan Asprek Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku, sehingga bagi perusahaan yang telah menerapkan SML ISO 14001 ini dapat menggabungkan/mengintegrasikan prosedur yang sudah ada, tinggal memasukan point-point yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan ini. Seperti, kalo sebelumnya prosedur dalam SML ISO 14001 hanya mencantun Peraturan Perundangan dan persyaratan Lingkungan, ditambahkan menjadi Lingkungan dan Keamanan, dan lainnya yang diperlukan oleh persyaratan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Elemen 1, Pemeliharaan dan Pembangunan Kebijakan

Desember 3, 2009 pada 3:42 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Pada bagian ini manajemen puncak harus menunjukkan komitmen nya untuk menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan ini melalui kebijakannya yang mencakup :

Sesuai dengan budaya dan skala dari risiko ancaman dari organisasi;
Mencakup komitmen untuk peningkatan berkelanjutan dalam manajemen pengamanan dan kinerja organisasi;
Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya;
Menyediakan kerangka kerja untuk menyusun dan meninjau sasaran pengamanan;
Mencakup komitmen untuk melibatkan komunitas sebagai instrumen pengamanan;
Terdokumentasi, diterapkan dan dipelihara;
Dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan menjadi tanggung jawab secara personal;
Disediakan untuk pihak terkait;
Ditinjau ulang secara berkala untuk memastikan kesesuaian dan kelayakannya bagi organisasi.

Dalam elemen satu ini dijelaskan bahwa Manajemen Puncak bertanggung jawab penuh atas penerapan Sistem Manejemen Pengamanan Perusahaan ini. Manajemen Puncak untuk menunjukkan komitmennya juga harus :

Menjamin ketersediaan sumber daya untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, dan mengembangkan sistem manajemen pengamanan; Catatan : sumber daya termasuk sumber daya manusia dan keahlian khusus, infrastruktur organisasi, teknologi dan sumber daya finansial;
Menetapkan wewenang, mengalokasikan tanggung jawab dan akuntabilitas, dan mendelegasikan otoritas untuk mengefektifkan sistem manajemen pengamanan, wewenang, tanggung jawab, akuntabilitas, dan otoritas harus terdokumentasi dan dikomunikasikan.

Manajemen puncak juga harus menunjuk seorang dari anggota Manajemen puncak sebagai perwakilan yang identitasnya harus diketahui oleh semua pihak yang terlibat dengan organisasi perusahaan. Perwakilan Manajemen ini mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

Menjamin bahwa sistem manajemen pengamanan ini ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara sesuai dengan standar.
Menjamin kinerja sistem pengamanan Perusahaan dilaporkan kepada manajemen puncak, yang akan dijadikan dasar pengembangan sistem manajemen perusahaan ini.

Semua tanggung jawab manajemen harus ditunjukkan dalam komitmen untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen pengamanan. Organisasi harus menjamin semua pekerja yang bekerja untuk dan atau atas nama organisasi memiliki tanggung jawab terhadap aspek pengamanan di bawah kendali organisasi, termasuk ketaatan terhadap peraturan dan persyaratan pengamanan organisasi.

Bagi perusahan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001) atau Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) atau Sistem Manajemen K3 (SMK3), atau 2 diantara 3 sistem tersebut atau ketiga-tiganya, kebijakan manajemen Pengamanan dapat digabungkan kedalam kebijakan manajemen yang sudah ada. Organisasi tinggal menambahkannya point-point persyaratan yang belum tercantum dalam kebijakan yang ada, seperti kalimat Penerapan…….., Sistem manajemen Pengamanan Perusahaan (SMPP),…..; Penaataan terhadap peraturan perundangan dan persyaratan pengamanan (untuk sistem manajemen lingkungan ISO 14001, penaataan terhadap peraturan perundangan juga merupakan persyaratan); dan point-point cakupan kebijakan (point 1-9) yang belum tercakup dalam kebijakan manajemen yang telah ada.

Tinggalkan sebuah Komentar

Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan (SMPP)

Desember 2, 2009 pada 4:21 am (Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan)

Kapolri melalui surat keputusannya No 24 tahun 2007 menetapkan aturan tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah. Peraturan ini menjelaskan bagaimana Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan (SMPP) diimplementasi disuatu perusahaan.

SMPP ini terdiri dari 16 (enam belas) elemen yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan menerapkannya. Elemen-elemen itu integrated 3 (tiga) sistem manajemen lainnya, yaitu Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen K3 (SMK3). Bagi perusahaan yang telah menerapkan salah satu dari sistem diatas akan lebih mudah dalam menerapkannya.

Elemen-elemen tersebut adalah :

pemeliharaan dan pembangunan komitmen;
pemenuhan aspek peraturan perundang-undangan keamanan;
manajemen risiko pengamanan;
tujuan dan sasaran;
perencanaan dan program;
pelatihan, kepedulian, dan kompetensi pengamanan;
konsultasi, komunikasi dan partisipasi;
pengendalian dokumen dan catatan;
penanganan keadaan darurat;
pengendalian proses dan infrastruktur;
pemantauan dan pengukuran kinerja;
pelaporan, perbaikan dan pencegahan ketidaksesuaian;
pengumpulan dan penggunaan data;
audit;
tinjauan manajemen;
peningkatan berkelanjutan.

Tulisan selanjutnya adalah pembahasan masing-masing elemen dari Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan tersebut berdasarkan Peraturan Kapolri no. 24 tahun 2007

Manaqib tuan syekh abdul qodir

Dzikir Tarikat yang harus di baca setelah melaksanakan sholat fardhu 5 waktu yaitu membaca :

BismillaaHir-rohmaanir-rohiim

Ilaa hadhrotin-nabiyyil-mushthofaa muhammading shollallooHu ‘alaiHi wa sallama wa ‘alaa aaliHii wa ash-haabiHii wa dzurriyyatiHii wa aHii baitiHii ajma’iina syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

AstaghfirullooHal-ghofuuror-rohiima : 3X / 11X / 3000X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadiw-wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim : 3X

IlaaHii angta maqshuudii wa ridhooka mathluubii a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka

Laa ilaaHa illallooH : 165X / lebih ….

Keterangan :
Ketika lisan membaca kalimat tahlil yaitu : Laa ilaaHa illallooHu, bersamaan di dalam hati membaca ismu dzat yaitu : AllooHu AllooH, AllooHu AllooH

Ketika lisan dan hati berdzikir bersamaan dengan menggelengkan kepala, di mulai oleh menundukkan kepala dengan posisi di bawah pusar dalam keadaan mata terpejam, kemudian angkat kepala ke atas lalu di teruskan seolah-olah kebelakang yaitu dengan posisi pada punggung sebelah kanan tepat satu garis dengan dua jari di atas puting susu sebelah kanan, kemudian turunkan dengan posisi dua jari di bawah puting susu sebalah kanan, kemudian gelengkan kepala ke kiri dengan posisi tepat dua jari di atas puting susu sebelah kiri (yaitu tepat pada letak hati), kemudian turunkan posisi tepat dua jari di bawah puting susu sebelah kiri, lalu kemudian ulang kembali.

Bilamana ketika berdzikir ada keperluan mendadak, bilangannya boleh di singkat yaitu : 3X, tapi di waktu yang lain harus di tebus sampai sempurna hitungannya 165X

Kemudian tutup kalimat tahlil dengan membaca :

Sayyidunaa muhammadung shollallooHu ‘alaiHi wa sallam

BismillaaHir-rohmaanir-rohiim
AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadiw-wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammading sholaatang tungjiinaa biHaa ming jamii’il-aHwaali wal-aafaat, wa taqdhiil lanaa biHaa jamii’al-haajaat, wa tuthoHHirunaa biHaa ming jamii’is-sayyiaat, wa tarfa’unaa biHaa ingdaka a’lad-darojaat, wa tuballighunaa biHaa aqshol-ghooyaat, ming jamii’il-khoiroot, fil-hayaati wa ba’dal-mamaat 1X / 11X

Innal-ladziina yubaayi’uunaka innamaa yubaayi’uunallooHa, yadullooHi fauqo aidiiHim, faman-nakatsa fainnamaa yangkutsu ‘alaa nafsiHii, wa man aufaa bimaa ‘aaHada ‘alaiHullooHa fasayu”tiHi ajron ‘azhiimaa

Kemudian membaca do’a yang sering di baca, do.a apa saja yang penting sudah hafal dan yang sering di baca

BismillaaHir-rohmaanir-rohiim

Ilaa hadhrotin-nabiyyil-mushthofaa muhammading shollallooHu ‘alaiHi wa sallama wa ‘alaa aaliHii wa ash-haabiHii wa dzurriyyatiHii wa aHii baitiHii ajma’iina syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi aHlis-silsilatil-qoodiriyyati wan-nqsyabandiyyati wa jamii’i aHlith-thuruqi khushuushon ilaa hadhroti sulthoonil-auliyaa”i ghoutsil-a’zhomi quthubil-‘aalamiina as-sayyidinasy-syaikh abul-qoodiril-jailaanii qoddasallooHu sirrohul-‘aziizi rodhiyallooHu ‘anHu wa hadhrotisy-syaikh abil-qoosimil-junaidil-baghdaadiyyi wa hadhroti syaikh ahmad khoothib sambaas ibni ‘abdil-ghoffar rodiyallooHu ‘anHumaa wa hadhrotisy-syaikh tholhaH kaili sapu ci rebon rodhiyallooHu ‘anHu wa hadhrotisy-syaikh ‘abdul-kariim banten rodhiyallooHu ‘anHu wa hadhrotisy-syaik ‘abdullooHil-mubaarok rodhiyallooHu ‘anHumaa wa hadhroti syaikhinal-mukarroom ABAH ANOM Kiyai Haji Ahmad shoohibul-wafaa taajul-‘aarifiin rodhiyallooHu
‘anHu wa ushuuliHim wa furuu’iHim wa aHli silsilatiHim wal-aakhiziina ‘anHum syai”u lillaaHi laHum
al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi aabaainaa wa ummaHaatinaa wa likaaffatil-muslimiina wal-muslimaani wal-mu”miniina wal-mu”minaati al-ahyaa”i minHum wal-amwaati syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

AstaghfirullooHa robbii ming kulli dzambiw-wa atuubu ilaiHi 3X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa shollaita ‘alaa sayyidinaa ibrooHiim wa ‘alaa aali sayyidinaa ibrooHiim, wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad, kamaa baarokta ‘alaa sayyidinaa ibrooHiim wa ‘alaa aali sayyidinaa ibrooHii, fil-‘aalamiina innaka hamiidum-majiid.

IlaaHii angta maqshuudii wa ridhooka mathluubii a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka

Tawajjuh :
Diam sejenak, menundukkan kepala dengan mata terpejam dengan cara : Tarik nafas dalam-dalam kemudian tahan nafas, kemudian tundukan kepala posisi tepat dua jari di bawah puting susu sebelah kiri ( yaitu tepat pada letak hati), kemudian memejamkan mata lalu di dalam hati membaca ismu dzat bersamaan dengan detak jantung dan detak nadi, kalimat yang di baca yaitu :

AllooHu AllooH, AllooHu AllooH …., sampai sekuat menahan nafas

Khotaman :

Ilaa hadhrotin-nabiyyil-mushthofaa muhammading shollallooHu ‘alaiHi wa sallama wa ‘alaa aaliHii wa ash-haabiHii wa dzurriyyatiHii wa aHii baitiHii ajma’iina syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi aabaa”iHii wa ikhwaaniHii minal-ambiyaa”i wal-mursaliina wa ilal-malaa”ikatil-muqorrobiina wal-karuubiyyiina wasy-syuHadaa”i wash-shoolihiina wa ali kulliw-wa ash-haabi kulliw-wa ilaa ruuhi abiinaa aadama wa umminaa hawwaa”u wa maa tanaasala bainiHimaa ilaa yaumil-qiyaamati syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsummaa ilaa arwaahi saadaatinaa wa mawaaliinaa wa aimmatinaa abii bakriw-wa utsmaana wa ‘aliyiw-wa ilaa baqiyyatish-shohaabati wal-qoroobati wat-taabi’iina wat-taabi’it-taabi’iina laHum bi-ihsaanin ilaa yaumid-diini syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi aimmatil-mujtaHidiina wa muqollidiiHim fid-diini wal-‘ulamaa”ir-roosyidiina wal-qurroo”il-mukhlishiina wa aHlit-tafsiiri wal-muhadditsiina wa saa”iri saadaatish-shuufiyatil-muhaqqiqiina wa ilaa arwaahi kulli waliyyiw-wa waliyyatiw-wa muslimiw-wa muslimatim-mim-masyaariqil-ardhi ilaa maghooribiHaa wa miy-yamiiniHaa ilaa syimaaliHaa syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi aHlis-silsilatil-qoodiriyyati wan-naqsyabandiyyati, wa jamii’i aHlith-thuruqi khushuushon ilaa hadhroti sulthoonil-auliyaa”i ghoutsil-‘azhomi quthubil-‘aalamiina, sayyidinasy-syaikh ‘abdul-qoodiril-jailaanii qoddasallooHu sirroHul-‘aziiz rodhiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh abil-qoosimil-junaidil-baghdaadiyyi rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh ma’rufil-kurkhiy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh sirris-saqthiy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh habibil-‘ajamiy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh hasanal-bashoriy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh ja’farush-shoodiqi rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikhyuusufal-Hamdaniy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh abii yaziidil-busthomiy rodiyallooHu ‘anHu, wa sayyidinasy-syaikh syaah baHaa”ud-diin an-naqsabandiyyaH rodiyallooHu ‘anHu, wa hadhrotil-imaamir-robbaniy rodiyallooHu ‘anHu, wa hadhrotisy-syaikh ahmad khoothib sambaas ibni ‘abdul-ghoffaar rodiyallooHu ‘anHumaa, wa hadhrotisy-syaik tholhaH kali sapu cirebon rodhiyallooHu ‘anHu, wa hadhrotisy-syaikh ‘abdul-kariim banten rodhiyallooHu ‘anHu, wa hadhroti syaikhinal-mukarom ‘abdullooHil-mubaarok ibni nuur muhammad rodiyallooHu ‘anHumaa, wa syaikinal-mukarom abah anom ahmad shohibul-wafaa tajul-‘aarifiin suryalaya tasikmalaya ghofarullooHa dzunuubaHu wa nafa’naa bi’uluumiHi rohimahullohu ta’aalaa rodhiyallooHu ‘anHu, wa ushuuliHim wa furuu’iHim wa aHli silsilatiHim wal-aakhidziina ‘anHum syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaa arwaahi waalidiina wa waalidiikum wa amwaatinaa wa amwaatikum wa masyaa”ikhinaa wa masyaa”ikhikum wa liman ahsana ilainaa wa limal-laHuu haqqun ‘alainaa wa liman aushoonaa was-taushoonaa wa qolladanaa bidu’aa”il-khoiir, syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

Tsumma ilaaarwaahi jamii’il-mu”miniina wal-mu”minaati wal-muslimiina wal-muslimaati al-ahyaa”i minHum wal-amwaati mim-masyaariqil-ardhi ilaa maghooribiHaa wa miy-yamiiniHaa ilaa syimaaliHaa wa ming qoofin ilaa qoofim-miw-waladi aadama ilaa yaumil-qiyaamaH, syai”u lillaaHi laHum al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 /100X

BismillaaHir-rohmaanir-rohiimi.
Alam nasyroh laka shodroka, Wa wadho’naa ‘angka wizroka, Alladzii angqodho zhoHroka, Wa rofa’naa laka dzikroka, Fainna ma’al’usri yusroo, inna ma’al-‘usri yusroo, Faidzaa faroghta fangshob, Wa ilaa robbika farghob 3 / 11 / 100X

BismillaaHir-rohmaanir-rohiimi.
Qul HuwallooHu ahad, AllooHush-shomad, Lam yalid wa lam yuulad, Wa lam yakul-laHuu kufuwan ahad
3 / 11 / 500X

Ilaa hadhrotisy-syaikhi ahmad baaqir rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 /100X

AllooHumma yaa qoodhiyal-haajaat 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa kaafiyal-muHimmaat 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa daafi’al-baliyyaat 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa roofi’ad-darojaat 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa syaafiyal-amrood 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa mujiibad-da’awaat 3 / 11 / 100X
AllooHumma yaa arhamar-roohimiin 3 / 11 / 100X

Ilaa hadhrotil-imaami khowaajikaan rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Laa haula wa laa quwwata illaa billaaHil-‘aliyyil-‘azhiim 3 / 11 / 100X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ilaa hadhrotil-imaamir-robbaanii rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….

BismillaaHir-rohmaanir-rohiimi.
Qul a’uudzu birobbil-falaqi, Ming syarri maa kholaqa, Wa ming syarri ghoosiqin idzaa waqoba, Wa ming syarrin-naffaatsaati fil-‘uqodi, Wa ming syarri haasidin idzaa hasada 3 / 11 / 100X

AtaghfirullooHal-‘azhiim alladzii laa ilaaHa ilaa Huwal-hayyul-qoyyuumu wa atuubu ilaiHi 3 / 11 / 100X

BisillaHir-rohmaanir-rohiimi.
Qul a’uudzu birobbin-naasi, Malikin-naasi, IlaaHin-naasi, Ming syarril-waswaasil-Khonnaasi, Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaasi, Minal-jinnati wan-naasi 3 / 11 /!00X

Ilaa hadhroti sayyidinaa muzhoHHir rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

HasbunallooHu wa ni’mal-wakiila 3 / 11 / 100X
AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ilaa hadhrotisyaikh abdul-qoodiril-jailaanii qoddasallooHu sirrohul-‘aziiz al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ni’mal-maulaa wa ni’man-nashiir 3 / 11 / 100X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ilaa hadhroti syaikhinal-mukarrom rodiyallooHu ‘anHum al-faatihaH : ….
AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X
Yaa khofiyal-luthfi adriknii biluthfikal-khofii 3 / 11 / 500X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ilaa hadhrotil-imaami khowaajaH an-naqsyabandiyyaH rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Laa ilaaHa illaa angta subhaanaka innii kungtu minazh-zhoolimiina 3 / 11 / 100X

AllooHumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadan-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alaa aaliHii wa shohbiHii wa sallim
3 / 11 / 100X

Ilaa hadhroti sayyidinaa ma’shuum rodhiyallooHu ‘anHu al-faatihaH : ….
IlaaHii angta maqshuudii wa ridhooka mathluubii a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka 3X

Tawajjuh :
Diam sejenak, menundukkan kepala dengan mata terpejam dengan cara : Tarik nafas dalam-dalam kemudian tahan nafas, kemudian tundukan kepala posisi tepat dua jari di bawah puting susu sebelah kiri ( yaitu tepat pada letak hati), kemudian memejamkan mata lalu di dalam hati membaca ismu dzat bersamaan dengan detak jantung dan detak nadi, kalimat yang di baca yaitu :

AllooHu AllooH, AllooHu AllooH …., sampai sekuat menahan nafas

Yaa lathiif 16641X

BismillaaHir-rohmaanir-rohiimi.
Yaa lathiifu yaa lathiifu yaa lathiifu, Yaa maw-wasi’al-luthfuHuu aHlas-samaa waati wal-ardhi, Nas-aluka bikhofiyyi hkofiyyi luthfikal-khofii, Innaka qulta wa qoulukal-haqu, AllooHu lathiifum-bi’ibaadiHii yarzuqu may-yasyaa”u wa Huwal-qowiyyul-‘aziizu, AllooHumma innaa nas-aluka yaa ‘aziizu yaa mu’iinu, Biquwwatika wa biqudrotika yaa matiinu, Angtakuuna lanaa ‘aunaa wa mu’iinaa fii jamii’il-aqwaali wal-ahwaali wal-af’aali,
Wa jamii’i maa nahnu fiiHi ming fi’lil-khoirooti, Wa angtadfa’a ‘annaa kulla syarriw-waniqmatiw-wamihnating qodistahqoinaHaa ming ghoflatinaa wa dzunuubinaa, Fainnaka angtal-ghofuurur-rohiimu, Wa qod qulta wa qoulukal-haqqu, Wa ya’fuu ‘angkatsiiru, AllooHumma bihaqqi mal-lathofta biHii wa wajaHtaHuu ‘ingdaka, Wa ja’altal-luthfal-khofiyya taabi’aalaHuu haitsu tawajjaHuu, Nas-aluka ang tuwajjiHanaa ‘ingdaka, Wa ang tukhfiyanaa biluthfika, innaka ‘alaa kulli syai’ing qodiirun, Wa shollallooHu ‘alaa sayyidinaa muhammadiw-wa aaliHii wa shohbiHii wa sallama, Wal-hamdu lillaaHi robbil-‘aalamiina. Al-faatihaH : ….

BismillaaHir-rohmaanir-rohiim
“asallooHu ay-yaj’ala bainaHum wa bainal-ladziina aadaitum-minHum mawaddah, wallooHu qodiiruw-wallooHu samii’un ‘aliim, robbi innii zholamtu nafsii faghfirlii dzambii, laa ilaaHa illaa anta bsubhaanaka innii kuntu munazh-zhoolimiin 3X

AllooHumma shohan shohan shohan wahan bahan haa-mii laa yungshoruun, wa ja’alnaa mim baini aidiiHim saddaw-wa min kholfiHim saddang fa-aghsyainaaHum faHum laa yubshiruun, kaa-Haa-yaa-‘aiin-shood, haa-miim, ‘aiin-siin-qoof, laa yushodda’uuna ‘anHaa wa laa yungzifuun, yaa robbu yaa robbu yaa robbu laa haula wa laa quwwata illaa billaaHil-‘aliyyil-‘azhiim 3X

BismillaaHi Syaafii bismillaaHil-kaaFii bismillaaHil-mu’aafii, BismillaaHil-ladzii laa yadhurru ma’as-miHii syai”ung fil-ardhi wa laa fis-samaa”i wa Huwas-samii’ul-‘aliim 3X

PENYESALAN

“mafin sy, semua ini salah sy,km tidak salah. .sy tidak bermaksud untuk memcampakanmu ataupun menyakitimu.maf’n sy”

pesan singkat yang terakhir dari ucapanya,membuat sy smakin bingung harus berbuat apa saat itu. .
Rasa ini masih blm percya atas apa yg terjadi,sakit ini terasa amat sy sesali karena sy msh blm mmpercayainya. .
Mungkin karena sy terikat dengan janji yg sy ucapkan dlu pdanya. .!!
“Dari dulu,sampai sekarang dan untuk selamanya saya akan terus menyangimu”

karena janji ini saya tersiksa sampai saat ini,sempat pernah sy coba hilangkan,tp hati ini terus merontak. .
Kenyataan ini masih blm sy terima,sampai saat ini dan detik ini. .
Kenyataan pahit ini seolah tak mampu menghapus janji itu. .
Bodohnya diri ini yg msh hidup dalam hayalan semu. .dan bodohnya sy menjanjikan sesuatu yg tidak bisa sy tepati. .!!

“hasandreiz”
The end

harapan

setiap langkah saya tersimpan satu harapan. .

harapan yang terpendam dalam langkah saya adalah sebuah harapan yang belum tercapai. .

Satu langkah menuju kedepan adalah satu langkah untuk mencapai harapan yang kita harapkan. .

Terlalu berharap terkadang membuat satu kekecewaan ketika harapan itu tidak bisa tercapai. .

Dan kata satu teman baik ku berkata pada ku. .

“jangan terlalu berharap untuk sesuatu yang belum tentu pasti. .!!karna kekecewaan yang akan kamu dapatkan. .!!
Dan seseorang yang dewasa takan menyesali apa yang tlah ia berbuat”

saya terdiam dan mencoba mencerna kata-kata itu. .!!

Temanku menepuk pundak ku tersenyum dan berlalu meninggalkan saya. .

Saya pun masih mencoba mencernanya. .

Dan saya mengerti satu hal dengan perkata’n dari teman saya. .

Yaitu:
“Harapan perlu diwujudkan tercapai atau tidak jangan pernah menyesalinya”

semua punya harapan dan harapan juga perlu diwujudkan dengan adanya niat,usaha yang disertai do’a. .

Agar semuanya seimbang kita perlu tiga hal itu. .

Karena tiga hal itu saling terkait satu sama lain seperti rangkaian kehidupan. .

Harapan yang kosong terkadang tidak ada salah satu dari tiga hal dan kadang memang bukan harapan yang baik buat kita harapkan. .

Karena itu sangpencipta menggantinya dengan yang lebih baik atau bisa juga sebagai penguji. .

“harapan bukanlah suatu ketidak pastian dan ketidak pastian bukan sesuatu yang kosong”

sadarilah sesuatu yang diharapkan tanpa didasari tiga hal hanya akan sia-sia saja dan akan berakhir dengan kekecewaan. .

Saya pun berdiri dan bergegas pergi dari tempat duduk dan menghampiri teman yang tadi meninggalkan ku. .

“woy. .tunggu. .!!

>>dia menoleh tersenyum. .

Dan saya pun lekas menghampiri dan berjalan berlalu pergi. .

“hasan d’reiz”

wassalam. .

Menunggu

“Hai, ,sapa’n dari kawan kerja ane ne. .

“gmna hari mu brO?Tanya ane. .

“i am fine. .weh. .ngmOng2 nte wangi bgtz emang mau kemana bro. .

“hemz. .kasih tau ga ya. .>>sambil ane tersenyum pda nya. .

“jiaAah. .nte udh kya ank abg aje ye. .

“hehe. .ah nte mah kga tau ye blay lo ane msh abg gni. .?>>sambil ngebanggain diri. .

“wah. .dasar we’lek mah we’lek aje san. .>>we’lek sebutan buat org yg kga laku<>ane ngeles

“udh nte ma yg laen itu anggota we’lek ever. .hahaha

“beuh. .syOmboNg loch nte laku jg karena elu obral. .haha mkan nye cwe elu mau. .”

“ati2 cuy lo ngmOng. .

“ciyUuz dweh. .>>jwb ane

“wah. .nte korbAn ikLan san. .

“what is wrOng cuy. .hehe

“idih. .gayanya pke bhasa planet pluto. .hehe

“udah ah ane pe’gi duluan dari pd ane di ejekin trz ma nte. .

“hahahaha. .ngambekan je y. .

“weh. .kga je,enk aje lo ane ngmbek kya bocil aje. .

“apa tuh bocil. .??

“dodol lu kga tau bocil. .dah dlu ah ane pe’gi dlu
sampe ketemu blay. .

“oke. .!!

Diperjalan didalam angkot penuh sa’at itu, ,untung aje ane msh kebagian tempat duduk walaupun desak-desakan. .

Ane kga terlalu peduli’n c walaupun gTu. .
Ane hanya pen cepet”ke tempat tujuan ane yakni dtaman kota. .

Bs dbilang tempat favorit ane ma cwe ane. .hehe

kga terasa ane pun sampai dtempat tujuan. .
Ane menengok kiri dan kanan mencari sesorg tetapi kga jg ktmu. .

>>dalam hati mah. .
Hadeeeuh. .ane dkibulin janji mah jm 1 tp jm sgni lom jg dteng. .huuff>>sambil mengela nafas dan matanya mencari cari. .

Ane pun duduk dan diam dsalah satu bangku taman. .

Ane diem dan terbyang mslh yg berlalu di tempat ini. .

Terkadang ane jg bngung,ane msh aja kepikiran ma org yg dlu ada dalam idup ane. .

Apa mungkin saking sakit nya kali ye. ?mpe ane inget trus ame die. .

Dan kadang buat nglupain nya ane mpe bwa org yg skrng ane jalanin ke tempat2 yg dlu ane datengin ma yg dlu ane jalanin. .

yaa seperti yang ane lakuin sekarang ini,memang kga adil buat yang sekarang cz seolah2 dia hanya pelarian atau sebagai penghapus msalalu nya aje. .

Tp y sudahlah mungkin ini jalan terbaik buat ane. .

Yg penting ane bs jga perasaanya dia jngn sampai tersakiti karena ane jg ingin bahagia walau tak bersama yg dlu ada. .

Lmunan ane smakin dalam aje mpe buat dada ane sesek inget yg dlu ane jalani. .

Luka ini msh belum sembuh kali ye. .
Sakiit bgtz. .hehe

mungkin ane msh kga terima kaliye dcAmpakin gTu karena muTusin nya jg lewat org laen. .

Kya nye ane kga ada harga nye. .
Harga diri ane udh kga ade. .

Lalu lalang org pun berlalu dpan ane kga trasa ane sudah cukup lama nunggu dia dteng. .

Sehingga ane larut dalam lmunan ane. .

Waktu itu ane inget betul suasana nya. .
Dari seliling nya,cuacanya dan keadanya wkTu itu mendung jd sangat sempurna buat kencan dhari itu>>maklum dlu ane msh abg bgtz jd y cari tmpat dan suasana nye yg tepat. .hehe

ane inget betul apa yg dia bicarakan wktu itu dia bilang dan skapnya wkTu iTu jg cukup aneh bgi ane,diem dan jarang skali bicara. .

>>”dalam hati ane jg bertanya”?knpa dia. .?tp ane kga terlalu peduli’n si. .

“a kenapa kamu baik bgtz ma neng?

“knpa neng ngmOng gTu?neng denger y aA hanya ingin mencintai dan di cintai,hanya itu neng. .

“gpp a. .cman pengen tau aja. .

Kata2 itU msh ane inget”sampai sa’at ini. .

Tetapi 1 mNggu kemudian dia muTusin ane lewat org laen. .huhuhu tragiS. .hehe

mungkn krna iTu ane msh kga bs nglupain dia sampai sa’at ini. .

Weh. .knpa ane malah jd nglamun gni. .
Ane cBa ngalihin pkirn ane dngn melihat sekeliling ane. .dan dia kga kunjung tibA. .

Dan tak lama kemudian dari kejauhan melambaikan tangan ke arah ane. .

Oh. .ternyata dia sudah dteng dan dia brjalan k arah ane. .

“maf y aa dhe tlat. .:-)
>>sambil memohon dan tersenyum. .

“hemz. .knpa dhe tlat aa udh menunggu ckup lama tau. .>>dngn nada agak kesal

“maf a td dhe bntu”ibu dlu drmh. .

“kebiasaan. .y sudah kita jalan. .

“he’em hayu. .

Dengan brgandengan tangan kita brjalan brsama menuju tmpat makan tujuan trakhr ane. .

>>dan ane jg meninggalkan lmunan ane dan meninggalkan kenangan dtempat itu. .akan ane ganti dengn crta bru brSma org yg bru. .

>>sambil menenggok keblakang dan tersenyum seolah mengucapkan perpisahan dngn sesorg. .

“knpa a. .?

“gpp dhe. .eh kita mau makan apa?>>mengalihkan pembicara’n dan sambil brjalan brSma menuju cerita baru. .

“inilah sy dan akan ku buat cerita diri sy sendiri. .dengan atau tanpa masalalu sy bs membuatnya “>>kata”yg terbesit dalam hati ane. .

Wassalam. .

Hasan d’rez

maf ne lur lo ada salah kata ato crta yg kurang dpahami. .lg belajar nuliz kih. .

The genk

Pada siang hari itu begitu terik dan panas cuacanya. .

Cukup untuk membakar kulit menjadi hitam, ,

“bu mana sergam saya?sya udh terlambat ne”>dengn terburu2 sy bersiap”. .
Ibu menjwb”dilemari nak yg biasa ibu taruh. .!!

“Dimana bu td sy udh nyari dsTu. .

“y sudah nanti ibu cari nak. .
Ga bu sudah ketemu. .>>dluar rumahnya temanya sudah menanti. .

“ayo. .sy sudah siap kita berangkat. .!!

4 sahabat dari daerahnya agus,tewe,cipeng dan sy hasan berngkt ksekolahan. .

Sekolah kami emang siang dan panas2 kita berangktnya. .

Ditengah perjalanan kami berkumpul dngn teman2 yg sudah menunggu dpos satpam dsebuah gedung tua. .

Itulah tempat tongkrongan kami
dan tempat pertemuan dari dua arah teman kami, ,

“hai. .sapa’an dari salah 1 teman,”iy udh pda kmpul belum bro?belum nanti c sugeng belum dteng. .!!wah lama lg apa y dia y sudah nti kita tnggu. .!!gmn bray qt tinggl aja pa gmN ne?
Dari kejauhan sugeng nampak datang dngn mengayuh sepedanya. .

Wah. .bogel sue bgtz dtengnya. .
(ups. . bogel sebutan buat sugeng)

biasa c sugeng adalah bhan ejekan kami tetapi dia ga pernah marah pada kami. .

Rudi,sugeng adalah teman dari arah yg berbeda dari kami jd dposlah kami bertmu dan berangkat bersama. .
Sesampai dsekolahan kami bertemu dngn teman yg lainya. .
Uki dan lucky jg udh dteng tuh. .
Kami berkumpul dan berjalan berSma kdpan gerbAng. .

Kami msh mennggu siswa negri pulang dulu,
makLum sekolahan kami itu numpang dari skolahan negri d daerah kami. .

Kami belajar nunggu siswa negri pulang dulu. .

Tetapi kami tidak malu ato mindEr pda mereka. .

Teng. .teng. .itu bunyi loNceng skolah dan wktunya siswa negri pulang dan kami yang msuk. .

Suasana di kelas dan dluar kelas nampak seperti biasanya. .

Ramai dengan candaan dari beberapa siswa. .
Sy,rudi dan sugeng adalah teman 1 bngku sy. .sebelum msuk biasa kami bercnda dngn mereka terkadang menggoda anak2 perempuan teman sekelas. .

“bro enknya ngpain y?tanya tman k rudi. .?
Terserah jwbn dari rudi cz rudi orgnya diem dan pnya jiwa memimpin dialah org yg kami segani. .

Hahaha. .ktwa dr salah 1 tman cz sudah ngerjain anak perempuan. .
Terlihat permpuan itu agk kesal dngn perlakuan tman kami,tetapi kami bukan anak2 yg nakal cuy. .

Agus:eh. .bpak kamu tukang gorengan y. .
Cewe:ko tau. .
Agus:tau dOnk krna kamu tlah menggoreng hatiku. .panas. .hahaha
cwe itu jg tertawa. .agus dan joni tewe mereka memang pinter menghibur dan membuat suasana menjadi akraB dan hangat dalam balutan canda dan tawa antar teman dan kawan. .
Sy dan kawan sy memang sangat di senangi dari mulai adik kelas smpai tman2 1kLs dan kami jg bukan ank2 yg nakal yg suka memalak adik kelas atopun teman 1kLs. .

kami tidak tega cz kami jg dlu sering dpalak oleh kakak kelas atopun ank skolahan lain. .

“selamat siang”salam dari guru kami. .
“Siang jg bu”baca doa dulu”kata ibu guru. .
“berdoa mulai kata dari K.M kami.”doa selesai”dan pelajaran pun dimulai,hari ini pelajaran ekonomi dari bu guru. .
Di dalam pelajarn kami serius tp tetep sja ada yg bergurau. .
“siapa itu yg melempar pulpen k dpan. !!?tanya guru?

“maf bu pulpenya jatuh. .”kata dr temen dan kami semua diam. .!!

Pelajaran sudah selesai dan kami pun bergegas keluar dngn snang dan berbagai cndaan dr tmen2. .
Kami tidak lngsung pulang krna kmi biasa ngumpul sesudah pulang dpos satpam gedung tua lah tmpat kami berkmpul bercnda dan share tetang shbt,cinta dan keluarga kami sudah sPrti kLwrga. .keluarga kecil kami. .mimpi kita tinggi setinggi langit kami solid dan erat hubungn persahabtanya. .

WakTu sudah mulai sore dan kami pun pulang. .

“sampai ketmu bsok bro. .

“ok. .kita ngmpul bsok jm 1 jngn sampai telat. .

“siip. .!

>>>BERSAMBUNG